Senin, 08 Agustus 2011

Keping Ketiga puluh enam Kehidupan

Senin, 8 Agt '11 10.50 pm
8 Ramadhan 1432 H
Thirty sixth chapter: "Divergent Tunnel Thinking"

Apa kabar puasa kedelapan kita? Semoga masih keberkahan yang menaungi. Hari ini MI's first day. Acaranya menanam dalam pot. Jadi anak-anak kelas 1 MI diajari caranya menanam tanaman di dalam pot. Nggak seribet yang kupikir ternyata..karena bahan dan peralatan sudah kami sediakan sebelumnya, tinggal disusun aja dalam pot..atau lebih karena tugasku jeprat-jepret dokumentasi, jadi terlihat simple?

Selesai jam 9, habis itu mampir ke rumah Pak Hamdan, kepsek MI. Lebih ke ngobrol-ngobrol informal si. Oh ya, bapak kepala sekolah masih muda lho. Dan hehe,,punya tatap mata yang teduh. Hm, ciri khas seseorang yang aura kereligiusannya nampak sebenarnya. Ups, mulai deh rambling kemana-mana. Eling cah, saiki isih wulan pasa..!

Malam kali ini sholat tarawih di Masjid Krajan. Masjid yang sempet kerja bakti ngusungi batu di sana beberapa waktu lalu. Di sini imamnya Pak Kaji (bapaknya ibu pondokan cew). Kecepatannya 11-12 sama yang di Langgar. Tapi gandeng udah pengalaman, yo nggak kaget lagi dan nggak perlu nahan ketawa. Besok tarawih di mana ya yang belum dikunjungi, hehe..asyik juga tarawih keliling. Cuma satu ciri khas yang sama yang pasti ditemui dimanapun. Petasan. Tiap kali selesai terawih pasti anak-anak krucil dengan bangganya membunyikan petasan. Fiuu, bikin kaget aja. But, coba seandainya aku jadi anak-anak itu, pasti aku juga merasakan sensasi tersendiri saat menyalakan petasan. Ah, sudut pandang pemikiran yang beda memang.

It's all about tunnel thinking anyway. Dan itu juga yang mulai kurasakan pelan-pelan. Divergent tunnel thinking. My mind, their mind, our mind. Some of'em are different, even very different. I know, the basic pattern is different, so sometimes I feel like I walk in the other path of satellite thinking to go to the same direction with'em. Okay, whatsoever. Toh, tidak hanya ada satu jalan menuju tujuan yang sama kan? Ketika kita hanya melewati satu jalan, kita justru akan kehilangan sesuatu yang mungkin berharga yang ada di jalan lain. So, solusinya, nikmati aja perbedaan itu, right?

Oh ya, ada hal yang kinda little weird going on here. But, I hope it doesn't mean anything. Okay, 11.40 pm sekarang. Saatnya merangkak ke peraduan, kasihan temen-temen besok yang harus membangunkanku lebih dari sekali dua kali kalau aku tidur lebih larut lagi. Haha..Entah, aku sendiri heran dengan diriku sendiri. Alarm yang kupasang, nggak ng-efek sama sekali, aku bahkan nggak denger kapan dia bunyi! Parah..Jangan diulangi lagi ah!

Terima kasih ya Allah atas pelajaran dan keberkahan Ramadhan yang Kau limpahkan hari ini. Semoga bermanfaat di dunia dan akhirat. Dan semoga hari esok lebih baik dari hari ini. Bimbing kami berburu pahala di bulan suci ini Ya Allah..Amiin.

PS. Song for this time: "Piano instrumentalia". Hasil dari ngopy punya Mbak Anggi. Dentingan piano yang menenangkan, biarlah menjadi teman sulur-sulur pikirku malam ini..my tunnel thinking.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar