Rabu, 16 Mei 2012

Jejak Langkah Saung Kecil: Sepeda Merk 'Sepeda Kampus'

Jogja, 16 Mei 2012

Siang menjelang sore itu, Saung kecil melangkahkan kaki ke sebuah gardu pos satpam.
"Pak, kalau mau pinjem sepeda kampus, gimana?" tanya saung kecil dengan polos. Bapak penjaga pos satpam itu memandang saung kecil sejenak sebelum akhirnya menerangkan aturan main dan menyodorkan buku untuk menuliskan identitas. Mungkin dalam benaknya mengatakan saung kecil adalah mahasiswa katrok karena belum pernah sama sekali menggunakan fasilitas sepeda kampus. Padahal fasilitas sepeda kampus itu sudah cukup lama diberlakukan di universitas tempat saung kecil kuliah.

"Jadi sepeda kampus itu beroperasinya dari stasiun ke stasiun (ada pos pemberhentian di titik-titik tertentu yang disebut stasiun). Ini tujuannya mau ke mana? Nanti pengembaliannya di stasiun tujuan, anda beraktivitas di sana. Setelah itu kalau mau balik lagi ke sini, pinjam lagi di stasiun sana. Lama peminjaman maksimal 30 menit," jelas bapak penjaga itu lagi sembari saung kecil mengisi identitasnya di buku yang tadi disodorkan kepadanya. Mendengar itu, saung kecil agak terlongo. Dalam bayangan saung kecil, sepeda kampus bebas dibawa ke mana pun dengan meninggalkan KTM dan dikembalikan di stasiun asal maksimal jam 4 sore. Bayangan itu bubar seketika. Demi mendengar penuturan bapak itu, saung kecil memutar otak. Tempat yang hendak ditujunya itu tidak terdapat stasiun sepeda kampus.

"Kedokteran hewan, Pak." Saung kecil menjawab mantap. Saung kecil sebenarnya tidak ada rencana sama sekali untuk berkunjung ke fakultas tersebut. Itu hanya akal-akalan saung kecil saja demi menjawab pertanyaan bapak penjaga dan demi diluluskan proposal peminjamannya. Stasiun sepeda kampus yang terdekat dengan tempat tujuan saung kecil adalah kedokteran hewan. Karena itulah saung kecil memutuskan untuk mengembalikan sepeda itu di stasiun kedokteran hewan selepas urusannya selesai.

"Oh, ya. Bisa. Di kedokteran hewan ada stasiunnya. Silakan, ini kuncinya." Saung kecil menerima kunci yang diangsurkan oleh bapak itu, dan mencari sepeda dengan nomor kunci yang sama.

Seerr..melajulah saung kecil melintasi jalan kampus. Saung kecil santai mengayuh sepeda. Ada perasaan bangga karena kini dirinya tengah bertengger di atas sadel sebuah sepeda dengan merk "sepeda kampus". Kebanggaan yang tidak rasional barangkali, karena dari jaman dahulu bentuk sepeda tetaplah seperti itu. Dan itu bukan pertama kalinya saung kecil bersentuhan dengan benda yang bernama sepeda kayuh. Tapi saung kecil tak peduli. Ini kali pertamanya ia menggunakan fasilitas sepeda kampus yang namanya moncer seantero jagad itu.

Saung kecil melajukan sepeda menuju tempat tujuan sebenarnya. Setelah urusan selesai, barulah ban sepeda itu menggelinding menuju stasiun kedokteran hewan. Bayangan saung kecil, setiap petugas di stasiun asal akan mengontak pihak stasiun tujuan sebagai bentuk pengawasan keamanan sepeda. Dalam benak saung kecil, hal itu bisa terjadi karena sistem peminjaman sebenarnya bersifat online. Jadi saung kecil memutuskan 'mampir' ke stasiun kedokteran hewan seperti yang ia katakan kepada bapak penjaga, alih-alih langsung berbalik ke stasiun asal dengan nomor sepeda yang sama. Saung kecil yang belum mengetahui sistem main sepeda kampus memilih untuk berada pada jalur aman.

"Lho, kamu kok ada di sini?" Sebuah seruan mengagetkan saung kecil. Saat itu saung kecil tengah berjalan berkeliling kampus kedokteran hewan dan kampus peternakan yang kebetulan letaknya bersebelahan. Mencari suasana baru, mencari tempat tongkrongan baru.
"Hey, kamu toh. Iya, nyobain sepeda kampus tadi, muter-muter," kata saung kecil sambil nyenger kepada temannya itu. Sudah cukup lama saung kecil tak bertemu dengan temannya itu. Kebetulan teman saung kecil berkuliah di tempat yang sedang dikunjungi saung kecil ini.
Sungguh suatu kebetulan yang mungkin terlalu kebetulan bagi saung kecil. Di pos pengembalian sepeda tadi, bapak penjaga bertanya apakah saung kecil kuliah di situ (kedokteran hewan atau peternakan). Dan dengan spontan tanpa tedeng aling-aling, saung kecil menjawab asal saja "Nggak, Pak. Ini mau ketemu teman". Hm..Tuhan memang pandai membuat umatnya tidak melakukan kebohongan, pikir saung kecil. Tuhan benar-benar mempertemukan saung kecil dengan temannya.
"Ya ampun. Sendirian?" teman saung kecil setengah tak percaya.
"Yup," sahut saung kecil mantap. Mereka pun mengobrol sebentar sebelum teman saung kecil beranjak mengunjungi kos temannya dan saung kecil beranjak pulang dengan meminjam sepeda kampus lagi. 

Kali ini saung kecil tak perlu berlama-lama berada di pos satpam peminjaman. Ia toh sudah tahu bagaimana prosedurnya. Hanya obrolan singkat basa-basi dengan bapak penjaga. Saung kecil sempat bingung ke mana arah menuju stasiun awal tadi. maklum, saung kecil memang agak low spasial memory, sering lupa arah dan jalan pulang. Beruntung, saung kecil tidak tersesat dan dapat menemukan stasiun awal tempat saung kecil meminjam pertama kali. Masuk parkiran, mengunci sepeda, kemudian menyerahkan kunci kepada bapak penjaga. Tak lupa saung kecil mengucapkan terima kasih dengan nyenger lebar kepada bapak penjaga itu. Lantas, saung kecil kembali memasuki sebuah gedung tempatnya mencakung seharian itu.


PS. Tidak ada salahnya mencoba menggunakan fasilitas umum meskipun kita sudah memiliki fasilitas itu secara pribadi. Hanya untuk mengetahui bagaimana mekanisme penggunaan fasilitas umum tersebut. Atau bahkan sekedar untuk berinteraksi dengan bapak-bapak pengawas fasilitas itu. Hal-hal yang terkadang bisa menjadi pelepas penat paling efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar